Jumat, 17 Juli 2009

Tiga Profesi Yang Dihujat Masyarakat I

Berbagai profesi pekerjaan tersedia di dunia ini. Dimana yang menjadi tujuan akhir dari pekerjaan itu adalah memperoleh balas jasa atau imbalan yang lebih akrab dikenal dengan gaji. 
Namun berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki, terdapat tiga profesi pekerjaan yang dilakoni orang dimana pekerjaan tersebut banyak dihujat oleh masyarakat terutama di Indonesia ini. 
Ketiga profesi tersebut:
1. Polisi
2. Satpol – PP
3. Anggota DPR, MPR dan koloninya.
Pernyataan ini saya buat bukan tanpa alasan. Berbagai alasan dapat menguatkannya. Diantaranya:
Pertama. Kita awali dengan menjelaskan sebab kenapa polisi sering dihujat masyarakat.
Tahu polisi kan???
Mereka mungkin sangat akrab dimata kita. Sering terlihat di jalan raya, tempat keramaian, dan pastinya di Pos dan Kantor Polisi. 
Kita ambil saja contoh polisi yang bertugas mengatur lalu lintas atau yang lebih sering dipanggil Polantas. Biasanya kalau waktu senggang mereka duduk di Pos nya di perempatan jalan. Dan kalau jam sibuk, mereka baru keluar dari sarangnya tersebut untuk menertibkan jalanan yang pastinya kacau pada jam-jam tersebut, itulah sebabnya tenaga polantas tersebut dibutuhkan. Namun ada juga yang tidak melakukan tugasnya tersebut. Mereka memilih untuk tetap duduk disarangnya sambil memperhatikan kegalauan jalan, dan berharap munculnya mangsa yang melanggar peraturan. Lansung..hap..lalu ditangkap... 
Prittt, hormat yang tidak ikhlas, kunci kendaraan mereka ambil. STNK, SIM merupakan kata-kata yang keluar dari mulutnya pertama kali. 
Bila sang pengendara memang bersalah (misalnya tidak pakai helm, melanggar rambu, dll), si polisi lansung mencatat pada surat tilang (Mantap. Ini memang seharusnya dilakukan. Ini kan sudah ada ketentuan Undang-undangnya). 
Tapi sebelumnya polisi biasanya membawa pengendara ke pos nya terlebih dahulu sih.. Disini..banyak timbul yang namanya prilaku yang tidak baik, ngak bakalan dipuji. Sebelum surat tilang dibuat.
Selesai di sini atau disidang???
Ya baiknya di sini bang..
50 ribu..
Kurang dikit gimana bang??? Uang saya ngak sampai segitu.
Berapa uang mu ada??
25 ribu bang.
Ya sudah.. sini.
Makasih bang.
Itu salah satu contoh percakanpan yang terjadi antara pengendara yang tadi ditangkap dengan si polisi. Masalah selesai. Sipengendara lanjut. Polisi dapat uang saku. 
Wah..wah..wah.. Bukannya hukum sudah ada bang??? Kenapa dengan uang peraturan dapat dikesampingkan. Memangnya membuat hukum itu mudah, bisanya abang jual dengan nilai 25 ribu. Atau, uang adalah segalanya??? Atau.. apalagi???
Bagaimana??
Pernahkah anda mengalaminya??
Hal ini mungkin sudah pernah dialami oleh kita semua. Kita tahu. Bahaya lagi kitalah pelaku salah satu kejadian tersebut. Tapi jarang yang berupaya mengatasinya. Pastinya anda juga memiliki alasan kan??
Itulah salah satu alasan kenapa Polisi ini dihujat oleh masyarakat. Prilaku yang sangat tidak terpuji sekali. Bahkan saya yakin banyak contoh lainya yang akan lebih memperparah citra Polisi dihadapan masyarakat. Karena itu, ditunggu pro dan kontranya ya???

Bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar