Jumat, 17 Juli 2009

Tiga Profesi Yang Dihujat Masyarakat III

Pada edisi terakhir judul pembahasan ini akan saya kemukakan alasan kenapa Anggota DPR, MPR dan koloninya atau yang lebih akrab dipanggil dengan anggota legislatif juga termasuk kedalam daftar profesi yang dihujat masyarakat. 
Kenapa???
Berikut penjelasannya.
Anggota legislatif. Mereka wakil rakyat. Saat ini mereka lansung dipilih oleh rakyat. Karena itu mereka disebut wakil rakyat.
Namun tak jarang juga rakyat yang tak kenal dengan mereka, namun tetap memilihnya dalam PEMILU. Mereka hanya berharap pada hati dan lidah orang yang mereka pilih. Tolong dengar suara kami dan sampaikan pada mereka. Sehingga terpilihlah mereka yang sekarang kerjanya duduk dan diskusi. 
Lalu, apa yang menyebabkan mereka dihujat??
Anda mungkin tau.
Bagi yang belum tau anda dapat melihat beberapa alasan yang menyebabkan kenapa pada akhirnya mereka sering dihujat masyarakat.
Sudah tau tugas mereka kan?? Di atas kan sudah dijelaskan tuh..
Mereka wakil kita. Besar juga tanggung jawabnya ya. Tapi kan mereka sendiri yang mencalonkan. 
(Cerita tentang pencalonan, menurut saya yang terbaik bila kita dicalonkan orang. Bukan kita yang mencalonkan diri. Nah, para anggota legislatif yang ada sekarang ini pada umumnya mencalonkan diri, sedikit yang dicalonkan masyarakat. Jadi?? Anda jawab saja.) 
Kembali kepada pembahasan. Sebagai wakil mereka harus mendengarkan suara masyarakat dong. Tapi, bagaimana mau mendengar. Tau dengan masyarakat saja dapat dikatakan tidak. Mereka lansung berdiskusi tanpa melibatkan masyarakat. Mana mereka tau apa masalah yang ada di masyarakat. Padahal terlalu banyak masalah yang ada di masyarakat kita. Jadinya masalah dimasyarakat itu tidak terselesaikan dong. Sehingga yang muncul?? Anda tau dong??
Dalam hal pendapatan, mereka paling unggul. Mungkin hal ini lah yang mendorong hasrat orang untuk berkompetisi menjadi anggota legislatif ini. Fasilitas yang ekslusif dan menjanjikan kemewahan mereka peroleh, dan pastinya gaji yang besar dong.
Bakti pada masyarakat yang kurang. Tapi dihargai dengan hal tersebut. Ya lagi-lagi yang muncul dari masyarakat adalah??
Ha..ha...ha...
Kenapa ini terjadi ya?? Sebenarnya pandangan pemerintah tentang anggota legislatif ini bagaimana sih?? Kok bisa sih diberikan penghargaan yang wah seperti itu. Saya pikir para guru lebih berhak menerima hal tersebut. Setuju ngak??
Sudah dua alasan.
Satu lagi lah.
Begini. Anda mengikuti prosesi pesta demokrasi kemaren kan?? Disitu tedapat masa kampanye. Ada kampanye dialogis (Dengan berdialog lansung) dan monologis (Tanpa dialog lansung, misalnya dengan poster, baliho, dan lain-lain). Coba lihat hal tersebut. Janji-janji palsu mereka umbar. Tapi terlaksana ngak?? Poster merekapun terlihat dimana-mana. Banyakkkkkkkkkk. Keindahan pun direnggutnya. Maaf kata nih ya, “Dosen ku bilang mereka menjual diri”. Bagaimana coba? Pantaskah hal tersebut dilakukan? 
Hah... Sudahlah...
Kacau balau negara ku ini.

Bagaimana dengan pandangan anda semua??
Mungkin ini lah sedikit pandangan dari saya mengenai profesi yang dihujat masyarakat. Pro dan kontra wajar saja. Demi terwujudnya kesejahteraan NKRI. Saya merindukannya.

Salam, Faisal Marianas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar