Senin, 14 Desember 2009

Berdosakah Aku Bila Bertanya “Pernahkah Rosul itu Pacaran??”

Pernah kudengar perkataannya dari seorang ustad. Katanya “Tak ada manusia yang pantas diidolakan selain Nabi Muhammad SAW”

Menurut ku itu benar. Bahkan mutlak. Bagiku Rosul itu sempurna. Semua, semua yang ada padanya.

Siapa yang ingin berhasil hidup di dunia dan di akhirat, teladanilah Rosul!! lanjut ustad.
Aku setuju. Like this untuk pernyataan ini.

Semua umat muslim kupikir tahu dengan Rosul. Minimal namanya lah. Kalau masih tidak tahu, yolah kabua bana mah. Ancak cari tau lai. Urang non muslim se kebanyakan tahu siapa itu Muhammad SAW. Jadi sebagai sesama muslim a, usul dari Marianas ancak cari tau sia Nabi Muhammad SAW tu lai. Kok dapek sadetil-detilnyo. Sadoalah yang ado dek nyo. Kalau alah tau mah. Marianas batanyo lai, maklum masih belum tau semua tentang Nabi Muhammad SAW. Baa kiro2??? Bisa tuh???

Saat ini pertanyaan muncul di benakku. “Pernahkah Rosul itu Pacaran??”

Jawaban pasti belum ku dapatkan. Sebab diri ini belum pernah bertanya lansung pada orang yang ahli. Tapi mungkin aku dapat mengira. Jawabannya adalah “Tidak Pernah”. Yang pernah dilakukan Rosul adalah “Pacaran Setelah Nikah”.

Tapi apa itu benar??
Itu kan cuma kiraanmu.
Oh yo ndak.

Fenomena saat ini menggambarkan banyak umat Nabi Muhammad yang berpacaran. Mungkin lah menjadi wajiblo hukumnyo dek mereka tu. Baa ka indak. Yang ndak pacaran se kanai galakan. Bahkan, mereka yang tampak sangat meneladani Rosul pun (Mode ikhwan jo akhwat tu a) banyak yang pacaran (maaf kalau ndak setuju yo, pi yang nampak mode itu). Apakah mereka patut disalahkan??

Alasannya mungkin hanya satu. CINTA.
Alahh...cinta eii..
Atau, ado alasan lain tu??

Karena cinta aku begini. Untuk cinta aku seperti ini. Bukannya cinta itu juga anugrah yang Maha Kuasa. Semua bersembunyi dibalik cinta.

Tapi, apakah bila mendapatkan anugrah cinta tersebut kita mesti pacaran??
Rosul pun pasti pernah mendapatkan anugrah cinta itu. Tapi apakah Rosul pernah pacaran??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar