Ku kenal dia. Dia gila. Saat dia bercerita, aku harus mendengarnya. Kalau tidak, siapa lagi yang mau mendengarnya.
Tadi dia bercerita. Cerita tentang yang dirasakannya. Oichhh..hebat juga tu orang gila. Pakai cerita tentang perasaan. Sejak kapan orang gila punya perasaanya. Heran. Tapi mantaplah. Mudah2an kau bisa waras teman.
Ini yang dikatakannya kepadaku:
“Aku heran!!! Kurasa dia tak seperti biasanya”.
Dia itu siapa??? Tanya diriku.
“Dia, dia teman yang baru ku kenal” (Alhamdulillah, akhirnya pemuda gila ini memiliki teman selain diriku. Hebat juga kau ya. Dimana kau kenal tu???)
Aku bertanya lagi, Apa yang tidak biasa darinya???
“Entahlah. Tapi kurasa berbeda”
Tapi, apakah karena diriku dia berbeda??? Aku masih tak tau.
Pemuda gila terus bercerita.
Ku kenal dia belum lama. Tapi ku tau dia cukup lama. Dia memberi perbedaan bagi diriku. Sesuatu yang baru. Yang belum pernah ku alami.
Semangat yang dimilikinya pun membuatku salut. Sangat jarang ada orang seperti dia. Memiliki mimpi yang sangat kuhargai. Dan akan terus berusaha menggapai mimpi tersebut.
Tapi kini dia agak berbeda. Sesuatu yang tidak bagus mendekatinya. Penyesalan, keraguan, putus asa dan kesedihan menimpa dirinya.
Itu kan baru prasangkamu??? Tanya ku.
Tapi rasanya memang seperti ini. Dulu dia tak pernah berkata, aku tidak menyesal kok!!! Itu apa??? Aku takut keraguan itu akan berdampak buruk pada dirinya. Begitu juga mimpinya.
Jujur aku tak bahagia karena ini. Karena yang kuinginkan hanyalah “Bahagialah Dirimu dan Gapailah Mimpimu bersama maupun tanpa diriku”
Teman. Dihatiku hanya bisa berkata.
(Pedenyo angku lai. Ntah gai ndak dek angku gainyo mode tu doh. Suk gaya angku mah. Marianas se yang lah 22 tahun ndak do urang yang barubah dek nyo do. Apo lai dek angku tuh??? Minumlah ubek lu lah!!!)
Ehh…tapi kau bercerita sudah seperti orang waras ya. Salut bro!!! Hehehehe
Tanya kenapa??
Senin, 14 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar